Detail Layanan
Solusi pengujian komprehensif dan profesional untuk Pemantauan Geoteknik.
Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim kami.
Hubungi KamiJam Operasional
Senin – Jumat, 08.00 – 17.00 WITA
Sabtu, 08.00 – 12.00 WITA
Belum ada data jenis pengujian.
Layanan lain yang mungkin Anda butuhkan.
Pemantauan geoteknik adalah kegiatan pengawasan yang dilakukan untuk memonitor kondisi tanah, lereng, maupun struktur selama dan setelah pekerjaan berlangsung. Pemantauan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya pergerakan tanah, penurunan permukaan, atau perubahan kondisi geoteknik yang dapat membahayakan keselamatan konstruksi. Kegiatan pemantauan dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen seperti inclinometer, piezometer, settlement marker, dan alat ukur deformasi lainnya. Hasil pemantauan digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengambilan tindakan pencegahan apabila terjadi potensi ketidakstabilan.
Layanan-layanan yang tersedia pada Pemantauan Geoteknik:
Metode pemantauan yang digunakan untuk mengukur perubahan jarak, deformasi, atau pergerakan vertikal maupun horizontal di dalam tanah atau batuan. Metode ini dirancang untuk mengukur perubahan panjang (pergeseran) antara dua atau lebih titik referensi yang ditempatkan pada tanah, batuan, atau struktur.
Tujuan:
Mengukur penurunan tanah pada timbunan atau area konstruksi.
Memantau pergerakan batuan di tambang, terowongan, dan dinding galian.
Mengukur deformasi lereng untuk mendeteksi potensi longsor.
Mengetahui perpindahan antar lapisan batuan atau tanah secara akurat.
Menilai efektivitas metode perkuatan geoteknik (grouting, rock bolt, soil nail).
Memantau perubahan struktur pada bendungan, jembatan, dan fondasi.
Metode pengukuran dan pemantauan tekanan air pori dalam tanah secara berkala atau kontinu untuk memahami perilaku tanah terhadap perubahan beban, curah hujan, dan kegiatan konstruksi.
Tujuan:
Mengetahui perubahan tekanan air pori akibat hujan, pembangunan, penggalian, atau beban tambahan.
Mengevaluasi stabilitas lereng, terutama pada daerah tambang, bendungan, jalan, dan tebing.
Menentukan potensi liquefaction pada tanah granular jenuh.
Memantau efektivitas sistem drainase seperti relief well, subdrain, cutoff wall.
Mengetahui kinerja konstruksi geoteknik seperti timbunan, dinding penahan, atau pondasi.
Metode pemantauan bawah permukaan tanah yang dilakukan dengan drone yang membawa sensor GPR untuk mendeteksi struktur tanah, ketebalan lapisan, rongga, utilitas bawah tanah, kelembapan, dan anomali geoteknik tanpa melakukan penggalian atau pengeboran.
Tujuan:
Mengidentifikasi lapisan tanah dan ketebalannya.
Deteksi rongga (void) dan zona lemah di bawah permukaan.
Menentukan kedalaman bedrock pada wilayah geoteknik.
Monitoring timbunan dan area rawan longsor.
Menilai kondisi timbunan jalan, tanggul, bendungan, dan lereng.
Investigasi geoteknik non-destruktif tanpa pengeboran.
Hubungi tim kami untuk konsultasi dan penawaran layanan pengujian geoteknik terbaik untuk proyek Anda.