Data tersebar dan belum terkorelasi
Bore log, hasil laboratorium, geometri, dan observasi lapangan perlu disatukan menjadi model geoteknik yang konsisten.

Interpretasi data lapangan dan laboratorium menjadi model, evaluasi risiko, serta rekomendasi geoteknik yang relevan untuk keputusan proyek.
Asumsi transparan, skenario terukur, dan rekomendasi yang mempertimbangkan realitas operasional.
Kami menyusun pendekatan berdasarkan konteks proyek, kualitas data yang tersedia, dan keputusan engineering yang perlu diambil.
Bore log, hasil laboratorium, geometri, dan observasi lapangan perlu disatukan menjadi model geoteknik yang konsisten.
Variasi parameter, muka air, dan kondisi pembebanan perlu diuji agar pengontrol risiko dapat dipahami dengan jelas.
Hasil teknis harus diterjemahkan menjadi prioritas desain, mitigasi, dan monitoring yang realistis bagi tim operasional.
Metode dipilih sesuai tujuan pengujian dan kondisi lapangan, kemudian diperiksa melalui alur QA/QC yang konsisten.
Kompilasi data, validasi parameter, korelasi stratigrafi, dan penetapan asumsi dasar model engineering.
Analisis kondisi rencana dan skenario kritis untuk memahami mekanisme, margin keamanan, serta parameter pengontrol.
Penyusunan opsi desain, mitigasi, kebutuhan data tambahan, dan monitoring dalam format yang dapat ditindaklanjuti.
Dokumentasi aktual pekerjaan lapangan, laboratorium, dan proses analisis VGC.
01Korelasi data lapangan dan laboratorium.
02Pemodelan geometri, material, dan kondisi batas.
03Perbandingan kondisi dan alternatif mitigasi.
04Penyusunan rekomendasi dan komunikasi hasil analisis.
Data investigasi dan pengujian dikorelasikan ke dalam beberapa skenario untuk menentukan faktor pengontrol dan opsi penanganan prioritas.
Rekomendasi diprioritaskan berdasarkan risiko, efektivitas, dan kemudahan implementasi.
Ceritakan ruang lingkup awal. Tim kami akan meninjau kebutuhan data, metode, dan langkah kerja yang paling relevan.